Amura News

Raih 3 Medali Emas, 3 Perak, dan 6 Perunggu

Posted on26 August 2009.


Tim karate Indonesia berhasil meraih tiga medali emas, tiga perak, dan enam perunggu di SEA Games XXV/2009 Laos – Vientiane, 10 – 12 Desember 2009. Pertandingan yang berlangsung di Chao Anouvong Gymnasium (Budo Centre) Vientiane, pada hari pertama cabang olahraga (cabor) karate SEA Games XXV 2009 Laos, Kamis (10/12/09). Dua medali emas berhasil dipersembahkan, melalui nomor Kata perorangan putra (Faizal Zainuddin/Sulsel/Gojukai), dan Kata beregu putra (Faizal Zainuddin, Aswar, Fidelys Lolobua/Sulsel/Gojukai). Karateka Indonesia Faizal Zainudin mempersembahkan emas pertama bagi cabang karate setelah dia memenangi nomor Kata perorangan putra. Di beregu putra, dia juga memberikan kontribusi medali emas. Faizal yang tampil meyakinkan di final dengan angka 3-2 mengungguli atlet Malaysia Tan Chee Sheng yang meraih perak, disusul atlet tuan rumah Laos, Inthanousone, dan Noel Espinosa (Philipina) meraih perunggu. Di nomor kata beregu putra, trio Faizal Zainudin, Azwar, dan Fidelis menang mutlak, 5-0, atas karateka Malaysia yang meraih perak, dan perunggu untuk nomor ini diraih masing-masing Myanmar dan Vietnam.

Sementara itu Kata beregu putri, Indonesia menambah satu medali perunggu di nomor tim putri (Yuli Eka Yanti, Dewi Yulianti, dan Alit Tresna/Jabar/Lemkari). Medali emas Kata beregu putri diraih Tim beregu kata putri Vietnam, di final mengalahkan Tim kata putri Malaysia, medali perunggu masing-masing diraih Tim kata beregu Indonesia dan Laos.

Pertandingan Karate SEA Games XVV/2009 Laos, dihadiri anatara lain, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua Umum PB. Forki Luhut B. Pandjaitan, Sekjen PB. Forki yang juga Ketua KONI Hendardji Soepandji, Ketua Bidang Binpres PB. Forki Madju Dhayanto, dan Ketua Umum KKI Oesman Sapta.

M. UMAR SYARIEF

Pada hari kedua cabang karate di SEA Games Laos, Indonesia meraih satu medali emas melalui Umar Syarief (Jatim/Inkanas) di kelas kumite + 84 kg putra, dua perak dari Hendro Salim (Sulsel/Inkado) di kumite – 84 kg putra, dan karateka Sumut Jintar Simandjuntak (Inkanas) pada nomor kumite – 67 kg putra.

Karateka kawakan Umar Syarif sekaligus menutup karir SEA Games dengan menyumbang medali emas pada nomor kumite + 84 kg putra, setelah mengalahkan karateka Vietnam Pham Quang Duy. Umar yang tampak masih garang di usianya yang ke-34, menang atas karateka Vietnam itu dengan skor 7-4. medali perunggu masing- masing diraih Sengpheng (Laos) dan Jamil Hj. Abd. Hamid (Brunei).

“Saya tidak akan ikut SEA Games lagi dan bangga masih bisa menyumbangkan medali emas bagi Indonesia,” uja Umar Syarif yang telah ikut enam SEA Games.

Umar Syarief tanpa kompromi setiap lawannya dia hajar di atas matras untuk mendapatkan medali emas, dan itu menjadi kenyataan dirinya menjadi atlet yang menyelamatkan nomor bergengsi Kumite.

“Saya cukup bahagia karena saya mampu menyelamatkan perolehan medali emas di Kumite, dan ini menjadi SEA Games terakhir saya,” kata atlet yang Jumat (11/12/09) mendapatkan medali emas di Kumite kelas + 84 kg putra itu.

Atlet yang memiliki tinggi badan 181 cm kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur 15 April 1977 itu mengatakan ingin meneruskan karir karatenya bukan sebagai atlet lagi, tapi menjadi asisten pelatih pada SEA Games mendatang yang akan berlangsung di Indonesia.

“Sebagai atlet paling saya tinggal akan mengikuti Asian Games dan setelah itu saya ingin menekuni karir menjadi asisten pelatih dulu, tambah putra pasangan Ahmad Junaidi dan Farida Hafid Bahmid.

Sampai hari ke dua (11/12/09) cabang karate, Indonesia telah mengumpulkan tiga medali emas, dua medali perak, tiga medali perunggu di arena SEA Games XXV/2009 Laos.

HENDRO SALIM & JINTAR SIMANDJUNTAK

Hendro Salim (Sulsel/Inkado) di kumite – 84 kg putra di final dikalahkan karateka Malaysia Mohamad Hatta dengan angka 2 – 12, dan medali perunggu diraih karateka Mainudin Mohamad (Brunei) dan Soukphansa (Laos).
Sementara itu karateka Sumut Jintar Simandjuntak (Inkanas) pada nomor kumite – 67 kg putra, di final kalah dengan karateka Vietnam Pham Quang Duy dengan angka 11 – 15. Untuk medali perunggu mmasing-masing diraih, Fadilah Sinif (Brunei), dan Tay Ong Yuan (Singapura).

Tambahan dua medali perunggu untuk kontingen Indonesia dari karateka putri Puspita Triana Gustin (Jateng/Wadokai) di kumite kelas – 61 kg putri dan Nurhadiyanti Fitria Ningsih (DKI Jaya/Inkai) kelas – 55 kg putri.
Juara kumite – 55 kg putri, medali emas diraih karateka Marna Pabillore (Philipina), medali perak Nguyen Thi Hai Yen (Vietnam), perunggu masing-masing Nurhadiyanti Fitia Ningsih (Indonesia) dan Yanisa T. (Thailand).
Sedangkan Kumite – 61 kg putri, medali emas direbut karateka Bui Thi Trieu (Vietnam), medali perak G. Vathana (Malaysia), untuk medali perunggu masing-masing Puspita Triana Gustin (Indonesia), dan Soarescorreia (Timor Leste).

MARTINEL PRIHASTUTI

Pertandingan Cabang Karate hari terakhir (12/12/09) SEA Games XXV/2009 Laos, atlet karate asal Padang, Sumatra Barat (Inkado), Martinel Prihastuti yang berhasil menjadi finalis – 50 kg putri meraih medali perak. (12/12/09), Martinel menhadapi lawannya asal Vietnam Vu Thi Nguyet Anh, kalah dengan angka 1-7, sehingga gagal membalas kekalahan atas rivalnya pada SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand lalu. Medali perunggu diraih karateka Chansouda (Laos) dan Masdiana Hj. Tengah (Brunei) .

“Sebenarnya saya ingin membalas kekalahan di SEA Games lalu. Saya sudah berusaha untuk melakukan perlawanan, namun ia memiliki strategi yang lebih dari saya. Saya kira masih perlu berlatih keras sehingga kelak bisa mengalahkan Nguyet,” ujarnya seusai pertandingan.

Atlet kelahiran 5 Maret 1984 itu mengaku, sebulan sebelumnya ia sempat mengalami cedera di lutut kiri sehingga membuat persiapan kurang prima. “Ini menjadi satu kendala. Saya sempat mengalami sakit saat melakukan tendangan saat kedudukan 0-3. Tapi lawan juga cukup tinggi,” tandasnya.

Menanggapi kekalahan tersebut, pelatih karate Yasuhisa INADA mengaku penampilan Martinel sudah maksimal sehingga sulit untuk meraih hasil terbaik. “Ini adalah performa terbaik. Saya kira postur tubuh yang lawan yang lebih pendek juga menjadi satu kendala bagi Martinel,” kilahnya.

Meski demikian, Yasuhisa INADA yang berasal dari Jepang meyakinkan, anak asuhnya masih memiliki kemampuan untuk dapat meraih emas pada SEA Games mendatang.
Sementara itu karateka Indonesia, Donny Dharmawan (Sumut/KKI), gagal meraih medali emas pada SEA Games XXV di Laos. Donny yang turun di nomor kumite – 60 kg kalah di semifinal dari karateka tuan rumah, Xaysavat, dan harus puas dengan mendapat medali perunggu. Hasil Kumite – 60 kg putra, medali emas diraih karateka tuan rumah Laos Xaysavath, perak L. Kunasilan (Malaysia), perunggu Donny Dharmawan (Indonesia) dan Aung Pyae (Mynyamar).
”Dhonny sudah bermain habis-habisan, tetapi karateka tuan rumah agak diuntungkan juri. Kekalahan ini tentu saja mengecewakan kami,” kata manajer karate, Djafar Djantang.
Tim Manajer Cabang Olahraga Karate SEA Games XXV/2009 Laos, Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB. Forki Djafar E. Djantang mengatakan, total medali yang didapat tim karate Indonesia sebanyak 12 keping, yakni 3 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Hasil ini, menurut Djafar, sesuai dengan target yang dicanangkan.
”Sebenarnya peluang kita meraih medali bisa lebih besar. Namun, sayang, beberapa karateka yang diandalkan justru tidak mendapat emas. Sebaliknya, kita malah mendapat medali emas dari nomor-nomor yang sebelumnya tidak kami perhitungkan,” ujar Djafar.
Kelas kumite beregu putra dan putri, kontengen karate Indonesia, dihari terakhir pertandingan Cabang Olahraga Karate SEA Games XXV/2009 Laos, (12/12/09) berhasil menambah dua medali perunggu. Hasil lengkap Kumite beregu putra: Medali emas Tim beregu putra Vietnam, Malaysia (perak), Philipina (perunggu) dan Indomesia (perunggu/Jintar Simandjuntak, Ismail Aswar, Rafael Meiriski. Hendro Salim, dan M. Umar Syarief). Tim beregu putri medali emas dirai tim beregu Malaysia, Vietnam (perak), Thailand (perunggu), dan Indonesia (perunggu/Tantri Widyasari, Nurhadiyanti Fitria Ningsih, dan Puspita Triana Gustin).
Manajer TIM Djafar E. Djantang Wakil Ketua Bidang Binpres PB. Forki, Pelatih Kepala M. Gusti, Pelatih Syamsuddin, Omita Olga Ompi, dan Pelatih dari Jepang Yasuhisa INADA.
Ofisial Terdiri dari: Ketua MLP Forki G.A Pesik, Ketua Binpres Pengprov. Forki DKI Jaya Jack Napitupulu, dan tiga Dewan Wasit Forki masing-masing: Ketua Dewan Wasit Donald PL. Kolopita, Anggota Dewan Wasit Haifendri Putih, dan Frans H. Matondang, yang bertugas memimpin pertandingan cabang olahraga Karate SEA Games XXV/2009 Laos. (Fsaidi)/ PB FORKI

Leave a Reply

<!–XHTML: You can use these tags:

-->

Tentang Amura

Setelah sekian lama Amura Karate-Do Indonesia tidak aktif dalam kegiatan PB FORKI, kini dalam kepengurusan yang baru dan sudah disahkan oleh PB FORKI dengan SK. pengesahan Pengurus Pusat dan Dewan Guru Amura Periode 2007-2012 dengan no. 29/KPTS/PBFK/KU/IX//07 tertanggal 11 September 2007 yang ditanda tangani oleh Bapak Luhut B. Pandjaitan, MPA selaku Ketua Umum PB. FORKI dan Sekretaris Jenderal Bapak Drs. H. Hendardji S, SH.
Amura Karate-Do kembali aktif dan meramaikan dunia per-karate-an di Tanah Air tercinta ini, baik dalam event kejuaraan yang di adakan oleh PB FORKI maupun event yang digelar secara independent.

Statistik

Pengunjung hari ini : 3

Total pengunjung : 1602

January 2011
M T W T F S S
« Sep
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

Uncategorized

About karateamurakediribersemi

amura = sebuah perguruan karate, yang merupakan salah satu aliran karate didunia.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s